Tampilkan postingan dengan label drama comedy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label drama comedy. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Februari 2010

Hanazakari no Kimitachi e SP


Cast
 Horikita Maki as Ashiya Mizuki
 Oguri Shun as Sano Izumi
 Ikuta Toma as Nakatsu Shuichi
 Minami as Julia
 Shirota Yu as Kagurazaka Makoto
 Okada Yoshinori as Ashiya Shizuki
 Yamazaki Hajime as Ashiya Takumi
 Tsutsui Mariko as Ashiya Eiko
 Manda Hisako as Nakatsu Kanoko
 Konno Mahiru as Hara Akiha
 Ukaji Takashi as Director Sawatari
 Matsuda Seiko as Tsubaki, the School Principal
 Kamikawa Takaya as Umeda Hokuto
 Ishigaki Yuma as Tennoji Megumi (Dorm Leader)
 Mizushima Hiro as Nanba Minami (Dorm Leader)
 Kyo Nobuo as Himejima Masao (Oscar M. Himejima, Dorm Leader)

Sinopsis
Cerita Hanazakari no Kimitachi e SP mengenai sisipan antara episode 7 – 8, dan pada film ini disebutkan bahwa ini adalah episode 7.5 dimana saat itu datang seorang wanita berambut pirang dang menggunakan bahasa Jepang yang aneh. Ternyata gadis itu adalah Julia teman Ashiya Mizuki saat di Amerika dan berniat membawa pulang Mizuki dari Jepang.

Ia melakukan berbagai cara agar Mizuki mau kembali ke Amerika, dari menyebarkan isu bahwa terjadi hubungan sejenis antara Mizuki dengan Sano, dan lain-lain. Apalagi saat itu Nakatsu pun mendapatkan masalah karena ibunya ingin membawanya kembali ke Osaka. Lalu apakah Julia berhasil membawa kembali Mizuki dan bagaimana nasib Nakatsu?


Review

Semula saat saya menonton movie sp ini saya mengira karena akan melihat bagaimana kelanjutan dari serial tv-nya, tetapi ternyata saya langsung dikecewakan karena movie sp ini menceritakan sejak kapan Sano mulai menyukai Mizuki, dan kejadian itu terletak pada episode 7 – 8, yaitu 7.5.

Untungnya saya masih terhibur dengan tingkah jenaka Nakatsu yang selalu bicara pada dirinya sendiri, dan tingkah laku murid-murid lainnya. Meskipun cerita film ini tidak bisa dikatakan bagus, namun setidaknya kita bisa melihat beberapa fakta yang terjadi diantara rentang episode 7 – 8.

Secara keseluruhan saya mengatakan film sp ini wajib ditonton bagi anda penggemar dorama ataupun yang telah mengikuti serial ini, akan kurang afdol jika anda tak menontonnya. Oia, bagi yang tak menyukai yaoi sebaiknya jangan menonton film ini karena ada adegan ciuman antar pria(meski jauh tak sebanyak adegan ciuman di serialnya). Jadi selamat menonton,,, (^^)


Rating : 7.5/10

Rabu, 10 Februari 2010

Room of King



Cast
• Mizushima Hiro as Mori Jiro (freeter)
• Suzuki Anne as Asada Asako (OL)
• Igawa Haruka as Hibiki Kyoko (gynecologist)
• Watabe Atsuro as Majima Yohei (stylist)
• Itao Itsuji as Mago Kenichi (cook)
• Ishino Mako as Fujishiro Kazue (housewife)
• Fukazawa Atsushi (深沢敦) as Roku-san (IT worker)
• Hirayama Hiroyuki as Hosono Haruomi (film producer)
• Ohkura Koji as Takagusaki Sora (NEET)
• Saiki Shigeru (斉木しげる) as Ijuin Take (real estate agent)
• Gashuin Tatsuya as Ijuin Ume (real estate agent)
• Mickey Curtis (ミッキー・カーチス) as Ijuin Matsu (real estate agent)

Sinopsis
Cerita dimulai dari kehidupan Hibiki Kyoko yang glamor dan kaya, tetapi dari penampilannya yang seperti penari kabaret tak akan menyangka jika profesi sebanarnya Hibiki adalah seorang kepala dokter di sebuah klinik. Kemudian ia berkunjung ke sebuah real estate agent dan bertemu salah satu Ijuin yang kemudian menawarkan sebuah kamar yang ia sebut dengan nama ‘King’. Dengan syarat ia akan tinggal seatap dengan 8 penghuni lainnya.

Akhirnya satu persatu penghuni bertambah dari seorang ‘part time’ Mori Jiro hingga seorang tunawisma Ohkura Koji yang akhirnya menghuni seluruh kamar di ‘King’. Ternyata para Ijuin memiliki maksud tersendiri, yaitu membuat mereka semua untuk bertanding agar mendekati ‘King’. Lalu siapakah yang akan menjadi ‘King’ kelak?


Review
Semula saat saya menonton awal-awal epsode 1 serial ini, dengan tegas saya mengatakan serial ini garing dan tak bagus. Namun, setelah memaksakan menonton 1 episode saja saya menyadari bahwa penilaian saya itu keliru. Serial ini sangat unik karena memiliki 10 sudut pandang(9 penghuni + 1 para Ijuin). Dan seluruh sudut pandang memiliki cerita masing-masing.

Sebenarnya tekad saya menonton serial ini pada mulanya karena ada Hiro di serial ini, karena saya tahu kalau ada Hiro yang main berarti serial atau film itu memiliki cerita yang bagus, dan untuk saat ini semua persepsi saya itu benar.

Secara keseluruhan serial ini sangat layak ditonton, selain ada adegan drama di serial ini juga penuh dengan adegan comedy yang bisa membuat saya tertawa dan menikmatinya tentunya. Jadi selamat menonton,,, (^^)


Rating : 8/10

Rabu, 13 Januari 2010

Samurai High School



Cast
 Miura Haruma as Mochizuki Kotaro
 Omae Kyoichi (大前喬一) as young Kotaro
 Shirota Yu as Nakamura Tsuyoshi
 Anne as Nagasawa Ai
 Aoi Wakana (葵わかな) as young Ai
 Kobayashi Ryoko as Minami Yurika
 Sakurada Dori (桜田通) as Ikeyama Satoshi
 Yanagishita Tomo as Wada Daisuke
 Ichikawa Mikako as Miki Sayaka
 Matsuda Saki (松田沙紀) as Kisaragi Hidemi
 Muro Tsuyoshi as Nitta Kosuke
 Kobayashi Masahiro as Hirano Tetsuhiko
 Kaneda Akio as Kidokoro Kazuo
 Muroi Shigeru as Kamei Kyoko

Sinopsis
Mochizuki Kotaro adalah pemuda berwatak halus, tidak jantan dan seorang siswa sekolah menengah. Suatu hari, ia mengunjungi sebuah perpustakaan dan bertemu dengan pustakawan misterius Himiko, yang merekomendasikan kepadanya sebuah buku kuno tentang seorang pahlawan dari periode Sengoku 400 tahun yang lalu. Kotaro menyadari bahwa ia memiliki nama dan usia yang sama dengan pahlawan yang dijelaskan dalam buku, dan ia melihat kilas balik yang tak pernah ada dalam ingatannya...

Kotaro kemudian memberitahu tentang buku tersebut kepada ayahnya, yang kemudian mengatakan bahwa dirinya mungkin keturunan samurai yang kuat. Pada saat itu, Kotaro menerima pesan dari teman masa kecilnya Ai mengatakan kepadanya bahwa teman sekelas mereka Nakamura Tsuyoshi berada dalam kesulitan. Dia bergegas ke tempat kejadian tetapi tidak memiliki keberanian untuk membantu, sampai kilas balik lain mengubah dirinya menjadi seorang samurai!


Review

Menurut saya serial ini sangat bagus sekali dan banyak unsur moral yang terkandung di dalamnya. Seperti ‘jangan menyerah dengan mudah’, ‘harus menanggung konsekuensi yang telah dilakukan’, ‘harus bersikap pemberani’, dan lain-lain. Selain itu juga, serial ini menyuguhkan hiburan yang menurut saya cukup lucu dan membuat saya tertawa, meskipun pada episode-episode terakhir membuat saya terharu bombay,,,

Pada setiap episode di serial ini menyuguhkan tema yang berbeda, namun semakin bertambah menarik jalan ceritanya setiap pergantian episode. Dan lagi melihat tingkah laku keluarga Mochizuki membuat saya lumayan tertawa, karena di keluarga tersebut sangat seperti keluarga pada umumnya, yaitu seorang suami yang takut istri dan tak bisa memarahi anak-anaknya, seorang istri yang sering sekali marah-marah, seorang anak laki-laki yang tak bisa diandalkan dan seorang anak perempuan yang tak bisa ditebak jalan pikirannya oleh keluarganya sendiri (akhirnya permasalah anak perempuan itu diselesaikan oleh pihak diluar keluarga).

Perkembangan karakter si tokoh utama pun sangat terasa, dari yang tak bisa diandalkan menjadi sangat jantan. Ini semua berkat bantuan dan pengaruh si samurai dalam dirinya. Begitu juga dalam hubungan pertemanannya, ia yang semula diremehkan oleh kawan-kawannya di saat-saat terakhir menjadi sangat berarti oleh teman-temannnya itu.

Kapan lagi bisa melihat serial yang bagus seperti ini, yah dibandingkan menonton sinetron negeri kita yang hancur dan tak bermoral. Mendingan nonton serial ini dech...


Rating : 8/10

Jumat, 08 Januari 2010

Perjaka Terakhir



Starring : Aming Sugandhi, Fahrani, Reza Rahadian
Genre : Drama

Sinopsis
Ramya (Aming), cowok gemulai yang berprofesi sebagai instruktur salsa. Hidup Ramya berubah drastic saat bertemu dengan Sigi (Fahrani) cewek tomboy berprofesi sebagai anggota debt collector

Pertemuan Sigi dan Ramya terjadi saat Sigi dikejar anggota geng Piratez yangd ipimpin oleh Gery (Reza Rahadian), yang memang sudah lama geram melihat sepak terjang Sigi yang sering melaporkan kegiatan ilegalnya ke polisi
Saat Sigi terdesak ia ditolong Ramya yang sebenarnya enggak tau apa-apa
Sementara itu karena pusing selalu didesak kawin oleh ibunya, membuat Sigi akhirnya nekad memaksa Ramya menikah dengannya. Setelah menikah baru Ramya tahu profesi Sigi yang galak enggak pernah berubah

Ramya malah terseret dalam masalah Sigi yang mau dibunuh Torro, pimpinan gengnya. Torro ingin melenyapkan Sigi dengan memanfaatkan Gery. Ramya yang mulai jatuh cinta pada Sigi berusaha menolong Sigi meskipun seringkali kekonyolan Ramya membuat situasi makin kacau…



Review
Menurut gw, film Perjaka Terakhir bukanlah film yang terlalu buruk untuk disaksikan. Bukan berarti gw pribadi bilang bagus sech, hanya saja dari segi ide cerita sangat menarik, yaitu mengangkat tema ‘seorang pria kemayu yang menikah dan terlibat dengan seorang gadis pemimpin sebuah geng mafia.’ Dan pemerannya pun sangat mendukung, yaitu Fahrani sebagai Sigi (doi punya banyak tato di seluruh tubuhnya dan mukanya juga bisa dibilang galak-galak cantik gitu heheheh) dan Aming sebagai Ramya yang kemayu (dan memang sesuai dengan kepribadian Aming sih menurut gw hehehe).

Lalu apakah dengan ide cerita yang menarik dan pemain yang sesuai akan menghasilkan film berkualitas?? Tunggu dulu mari gw membedah isi film ini dengan seksama, oke (^_^)...

Seperti yang gw bahas sebelumnya , ide dan pemilihan pemain sangat cocok dan serasi. Lalu apakah membuahkan film yang bagus (Sori diulang hehehhe)? Ternyata tidak juga, karena ide cerita yang bagus belum tentu dapat dibuat alur cerita yang bagus pula, dan hal ini yang gw lihat di film ‘Perjaka Terakhir’. Mengapa? Selain alur-nya yang sangat cepat, banyak sekali adegan yang sama sekali ga penting menurut gw. Mungkin itu dimaksudkan sebagai hiburan selama jalannya cerita, kalau idenya seperti boleh lah gw terima, tetapi setidaknya jangan sampe maksa lah...

Lalu akting Aming di film tersebut sangat dibuat-buat, jadi seperti melihat dia sedang memainkan lakon di Extravaganza dengan background di luar studio. Apakah itu bagus? Kan seperti yang gw sebutin sebelumnya, terlalu dibuat-buat. Mangkannya gw langsung bosan melihatnya (Sama bosannya ketika melihat acara Extravaganza saat ini yang kualitasnya menurun drastis dari pertama kali mengudara). Gw harap sih nanti kalau Aming memerankan sesuatu lebih serius lagi dan ga dibuat-buat (gw jauh lebih suka aktingnya di film ‘Quickly Express’). Sedangkan Fahrani gw rasa cukuplah sesuai dengan karakter yang harus dimainkannya, meskipun begitu aktingnya harus ternodai oleh jalan cerita yang dibuat-buat (lagi-lagi masalah jalan cerita,,,)

Satu lagi yang membuat film ini membuat gw miris, yaitu posternya mirip dengan film asia. Jadi seperti terlihat ga kreatif gitu, masa poster juga harus copycat film luar.

Secara keseluruhan gw menyatakan film ini layak untuk ditonton bagi siapapun yang berniat menonton tentunya, hanya saja sesuai dengan konsekuensi yang gw sebutin sebelumnya (^_^) jangan sampe kecewa saja. Kecuali anda semua memiliki cita rasa menonton dengan berbagai sudut pandang tentunya. Jadi,,, Selamat Menonton ,,,


Rating : 6/10

Kamis, 07 Januari 2010

Tokyo Dogs
















 Title: 東京DOGS
 Title (romaji): Tokyo DOGS
 Tagline: 最悪で最高のパートナー
 Tagline (romaji): Saiaku de Saiko no Partner
 Tagline (English): The Worst and Best Partners
 Format: Renzoku
 Genre: Police
 Episodes: 10
 Viewership rating: 15.7 (Kanto)
 Broadcast network: Fuji TV
 Broadcast period: 2009-Oct-19 to 2009-Dec-21
 Air time: Monday 21:00
 Theme song: Futatsu no Kuchibiru by EXILE

Cast
 Oguri Shun as Takakura So
 Shibuya Takeru as young So
 Mizushima Hiro as Kudo Maruo
 Yoshitaka Yuriko as Matsunaga Yuki
 Bunya Manami (文屋愛海) as young Yuki
 Katsuji Ryo as Horikawa Keiichi
 Azuma Mikihisa as Mashiko Reiji
 Shiga Kotaro as Suzuki Mitsuo
 Usuda Asami as Tanaka Maki
 Tomosaka Rie as Nishioka Yuri
 Mikami Kensei as Kaizaki Hiroto
 Yazaki Hiroshi as Kamata Shigeo
 Kawaguchi Haruna as Takakura Karin
 Yoshimura Takuya as Nakatani Shota
 Tanaka Yoshiko as Takakura Kyoko
 Otsuka Nene as Maijima Misa
 Miura Tomokazu as Otomo Kozo

Sinopsis

So Takakura menyaksikan pembunuhan ayahnya pada usia muda. Ia berjanji untuk menangkap si pembunuh, ia tumbuh menjadi seorang polisi elit di New York City, di mana kehidupan criminal merajalela. Karakternya adalah berkepala dingin dan disiplin, namun beradaptasi dengan baik. Karena transaksi besar obat-obatan terlarang, ia akan dikirim ke Tokyo untuk melakukan investigasi bersama dengan polisi Jepang. Di sana, ia bekerja sama dengan, Maruo Kudo, seorang detektif dari divisi investigasi khusus. Kudo merupakan detektif berdarah panas karena dia pada sebelumnya merupakan pemimpin gang sepeda motor, tetapi ia memiliki kesan yang kuat dengan penampilan bergaya dan selalu tertarik pada kencan grup. Kepribadian dan metode investigasi Kudo benar-benar tidak serasi dengan Takakura's, tetapi kedua entah bagaimana bekerja sama untuk memecahkan kasus mereka telah diberikan.


Review

Serial ini menurut gw sangat keren, selain alur ceritanya yang mantap ditambah dengan pemain yang sangat cocok untuk membawakan perannya masing-masing. Apalagi gw seneng banget melihat akting Hiro kembali, sayangnya di sini Hiro memerankan polisi slengean yang menurut gw sangat bertolak belakang dengan image dia selama ini(apalagi dengan perannya sebagai Tendo Souji dalam Kamen Rider Kabuto) tapi gw akui aktingnya sangat memukau.
Selain itu ada Shun Oguri si Shinichi Kudo dalam Movie Detective Conan, di serial ini dia menjadi seorang polisi elit Amerika yang bernama So Takakura. Sifatnya sangat kaku dan disiplin, bahkan dia sangat polos dan bicara apa adanya(sayangnya dia selalu berkata yang salah pada situasi yang tak tepat pula). Impian utamanya adalah menangkap Jinno sang pembunuh ayahnya saat ia masih kecil.
Tak ketinggalan yang membuat serial ini makin adem adalah dengan adanya Yoshitaka Yuriko sebagai Yuki Matsunaga yang perannya sangat penting dalam serial ini. Setiap episode memandang wajah si cewek satu ini membuat gw semakin deg-deg’an dan dalam hati selalu berkata “ KAWAIIIIII!”.
Banyak adegan menarik di sini, terutama perseteruan So dengan Maruo yang tak pernah akur, mereka berdua sering sekali mempeributkan masalah sepele. Bahkan ada adegan dimana si Maruo malah makan-makanan yang berat saat bertugas dan tentu saja dimarahi oleh So, dan pada akhirnya si So jadi kepengen makan juga dan berbicara dengan kerennya pada Maruo “ Sisakan untukku juga” kocak dah...
Secara keseluruhan serial ini sangat bagus dan salah satu referensi yang wajib ditonton. Gw sampe berpikir kapan ya Sinetron Indonesia bisa membuat cerita semacam ini. Sad... sad...


Rating : 8.5/10

Selasa, 05 Januari 2010

Identitas



Judul : Identitas
Sutradara/Skenario : Aria Kusumadewa
Pemain : Tio Pakusadewo, Leony VH, Ray Sahetapy, Otig Pakis, Ria Probo, Teguh Esa, Titi Sjuman
Produksi : Demi Gisela Citra Sinema dan Esa Films

Adam (Tio Pakusadewo), petugas pemandi jenazah di sebuah rumah sakit, adalah pribadi yang tertutup. Temannya paling-paling televisi karena ia tidak akrab dengan para tetangga. Teman lainnya adalah vespa butut, kendaraan yang mengantarnya ke tempat kerja setiap hari.

Suatu hari Adam melihat seorang perempuan (Leony) yang melintas di depannya setiap kali singgah di warung kopi. Ia juga melihatnya tertidur di kursi di sebelah ruang jenazah. Momen itu kemudian mendekatkan mereka.

Perempuan misterius itu rupanya terpaksa melacur lantaran membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ayahnya. Rumahnya terancam digusur pula. Adam berusaha menyelamatkan perempuan itu dari dunia pelacuran dengan cara mendapatkan asuransi kesehatan warga miskin. Namun identitas perempuan itu mengganjalnya.

Aria Kusumadewa, sutradara yang selama ini melanglang di jagat indie serta memutar film di festival dan kampus-kampus, kali ini masuk ke arus utama. Ia menggandeng produser eksekutif Deddy Mizwar. Aria memotret kenyataan di masyarakat, betapa identitas menjadi sesuatu yang penting untuk dikulik dan dipertanyakan. Film ini diputar di bioskop mulai 6 Agustus 2009.

Review

Jujur pertama kali gw nonton ini, gw antusias untuk menontonnya karena dilihat dari segi poster dan pemain serta orang yang dibelakang layarnya menjanjikan. Tapi apa daya, antusiasme gw langsung hancur sewaktu mulai menonton adegan demi adegan film ini. Gw sempet bingung film apakah ini???? Koq ga jelas banget ya????

Semula gw masih sabar, karena gw pikir " hem,,, mungkin baru awal nih...", tapi pemikiran gw kali ini pun dikhianati sang film. Entah mengapa gw sampe tercengang dengan isi film ini. Bahkan gw sampe tak bisa berkata-kata saat menonton film ini sambil mengkerutkan alis.

Dari tadi gw cuma membahas efek yang ditimbulkan film itu ke gw, nah sekarang akan gw kasih penjelasan kenapa tuh film bisa membuat sampai seperti itu ke gw :

1. Banyak sekali adegan guyonan yang dimasukin ke dalam film ini. Salah satunya adalah saat ada seorang ibu yang memprotes kepihak rumah sakit.
" Sus koq seperti ini? Anak saya kan kena usus buntu, kenapa kakinya malah diamputasi?"
" Mana saya tau!" ucap si suster dengan sinis.

lalu ada lagi
" Sus, sebenarnya ayah saya sakit apa? Koq ga sembuh-sembuh?" tanya Leoni
" Mana saya tau! Tanya ajah ke dokternya!" ucap si suster sinis dan langsung pergi.

sungguh ironi kan?? kalau adegan seperti itu di dunia nyata sih bisa-bisa pihak rumah sakit dilaporkan tuh, baik dari segi pelayanan yang buruk dan terjadinya malpraktek. Bahkan kalau dilihat dari segi intelegen si tokoh yang diperankan Leoni, ia tak terlihat bodoh tapi kenapa dia ga melaporkan hal itu ya??? entahlah gw juga bingung.

2. Adegan super Jayus dan Kering
Ada adegan saat pertama kali si tokoh yang bernama Adam yang pertama kali bertemu dengan Leoni
" Saya Adam, nama kamu siapa?" tanya Adam.
" Memangnya penting ya seperti ini?" Tanya Leoni
" Masa nanti saya harus panggi kamu eros?"
benar-benar lucu kan dialognya??? :D

3. Banyak sekali pemain di film ini yang sangat kaku dan tak berekspresi. Bahkan gw sampe bingung ini tuh film apa sitkom apa ludruk yang pemainnya asal comot sih????

Akhirnya, apakah tau sampe berapa lama gw bertahan dari serangan film ini? Sayangnya gw cuma bertahan sampe setengah film dan akhirnya tertidur dalam kedamaian. How Nice,,,


Rating : 3/10

 

Featured