Selasa, 12 Januari 2010

the Victim( ผีคนเป็น)



Cast
 Pitchanart Sakakorn as Ting/May
 Apasiri Nitibhon as Meen
 Penpak Sirikul as Fai
 Kiradej Ketakinta as Lieutenant Te
 Chokchai Charoensuk as Dr. Charun
 Sompong Tawee as Lieutenant Bee
 Rashane Limtrakul as Director
 Sompop Vejchapipat as Screenwriter
 Benjaporn Punyaying as Shooting crew manager

Sinopsis
Di Thailand, seorang calon aktris Ting (Pitchanart Sakakorn) diundang oleh Letnan Te (Kiradej Ketakinta) untuk bekerja untuk simulasi pembunuhan polisi untuk membantu penyelidikan.Bakatnya diakui p;eh banyak pihak, sehingga dia selalu diundang untuk berpartisipasi banyak kasus dan juga di opera sabun. Ting merasakan daya tarik besar bagi pembunuhan brutal terhadap mantan Miss Thailand Meen (Apasiri Nitibhon), yang tubuhnya tidak pernah ditemukan, hanya bagian-bagian dari potongan tubuhnya saja, lalu ia diminta untuk tampil memperagakan kasus tersebut di mana mantan suami Meen, Dr Jarun(Pitchanart Sakakorn) adalah tersangka utama. Ting merasa dirinya terhubung dengan roh Meen, yang membantunya untuk memecahkan misteri dan menemukan pembunuh yang sebenarnya, yaitu dokter bedah plastik yang lesbian Fai (Penpak Sirikul) yang terobsesi pada Meen.


Review
Menurut saya film ‘the victim’ atau dengan bahasa Thailandnya adalah Phii khon pen, merupakan salah satu film yang mampu membuat merinding. Saya akui kalau saya itu salah satu penakut yang nekat dan gemar menonton film horor, tapi itu biasanya berlaku jika saya menonton film-nya di bioskop, namun kalau di rumah sih biasa saja. Dan film ‘the victim’-lah salah satu film horor yang berhasil membuat saya ketakutan di rumah.

Jika dibandingkan dengan film Indonesia sih pasti jauh kualitas cerita dan efek keseramannya dan film ini jauh lebih unggul. Semula saat menonton film ini saya sempet merasa bosan juga sih, karena awalnya seperti kebanyakan film Thailand lainnya (seram iya, tapi formula sama). Begitu memasuki pertengahan cerita ada, film ini menyajikan sensasi baru. Ternyata alur cerita pada sinopsis di atas merupakan sebuah adegan syuting film dan pada pengambilan film selalu ada gangguan dari mahluk halus. Betul-betul di luar dugaan kan?

Meski dari segi horor film ini layak ditonton, namun sayangnya cerita sebenarnya film ini sangat sulit dicerna dan harus teliti baru mengetahui siapa pembunuhnya. Kelemahan film ini juga ialah menggunakan bahasa Thai yang oleh telinga kita sangat terdengar lucu(aneh).

Ada yang berani menontonnya??


Rating : 8/10

Minggu, 10 Januari 2010

Guestbook

Silahkan memberikan saran, kritik dan apapun di sini :)


salam

ndyw

Angel and Demon



•Tom Hanks sebagai Robert Langdon, seorang profesor simbologi di Harvard University.
•Ayelet Zurer sebagai Vittoria Vetra, seorang asisten peneliti CERN yang meneliti antimatter .
•Ewan McGregor sebagai Camerlengo Patrick McKenna (Carlo Ventresca jika di buku).
•Stellan Skarsgård sebagai Commander Maximilian Richter, kepala dari Swiss Guard.
•Pierfrancesco Favino sebagai Inspector Ernesto Olivetti dari Gendarme Corps of Vatican City State.
•David Pasquesi sebagai Claudio Vincenzi, seorang polisi Vatikan yang memanggil Landon ke Roma.
•Nikolaj Lie Kaas sebagai Mr. Gray, seorang pembunuh yang bekerja pada illuminati.

Sinopsis
Film Ini merupakan prekuel dari The Davinci Code yang menceritakan kisah tentang usaha yang dilakukan oleh Robert Langdon (Hanks) dalam upaya menemukan pihak yang bertanggung jawab dalam serangkaian pembunuhan yang menyisakan sebuah simbol di tubuh para korbannya. Di mulai ketika sang Profesor yang tengah beristirahat mendadak dihubungi oleh seorang yang tidak dikenal untuk datang kesebuah tempat tetapi Langdon tidak menanggapinya kemudian terdengar suara bunyi mesin fax, dalam kertas itu ada sebuah gambar seseorang terbujur kaku dengan kondisi mengenaskan serta terdapat tulisan di dada pria tersebut yang membentuk sebuah kata yang telah sangat ia kenal. Ia pun tiba di lokasi kejadian, yaitu sebuah pusat penelitian di Swiss. Apa yang ditemukan Langdon sungguh di luar dugaan, tulisan yang tercap di dada pria yang ternyata adalah salah satu peneliti di sana, Leonardo Vetra merupakan sebuah huruf ambigram dari nama sebuah persaudaraan kuno yang selama ini ia sangka telah musnah, illuminati.

Bersama Victoria(Zurer), yang merupakan putri angkat Leonardo mulai mencari jawaban dari misteri yang ada di depannya. Penyelidikan yang dilakukan oleh Langdon dan Victoria memaksa mereka menuju berbagai tempat untuk mengungkap berbagai kejanggalan yang mengiringi kematian ayahnya.


Review
Film ini menurut gw sangat seru, karena banyak sekali adegan action yang memukau. Selain itu intrik dan trik pada film ini juga sangat sulit ditebak(bagi siapa yang belum membaca bukunya tentunya). Efek pada film pun termasuk kelas satu, baik dari suara maupun CG. Intinya bagi siapapun yang menonton film ini dan tak memiliki kefanatikan terhadap Katolik (oia satu lagi, yang belum baca bukunya tentunya) pasti akan menikmati film yang sangat memukau ini.

Lalu bagaimana dengan gw? Sayangnya menurut gw yang telah membaca bukunya terlebih dahulu lebih banyak menimbulkan tanda tanya terhadap film ini. Koq bisa???? Ya bisa lah, karena film ini banyak sekali memangkas adegan seru yang seharusnya ada di buku. Terlebih lagi film ini juga menghilangkan karakter penting di buku, yaitu pemimpin CERN. Di buku, pemimpin CERN sangat penting bahkan hingga akhir cerita pun perannya sangat membuat jantung deg-deg’an. Entah mengapa di film tersebut karakter pemimpin CERN dihilangkan. Oia, tak ketinggalan karakter reporter BBC pun di hilangkan di film. Padahal jika dibuku gerak-gerik si reporter sangat kocak dan bikin kita tertawa, apalagi kedua reporter itu selalu meributkan hal-hal yang sepele. Tak ketinggalan juga di film ini si ‘assassin’ bukanlah seorang pria arab berbadan besar dan buas yang haus akan nafsu membunuh, melainkan diganti oleh seorang pria bernama Mr. Gray yang jika di deskripsikan akan jauh dengan image si assassin di buku. Tapi ya itu tadi, penilaian tentang hal ini akan berbeda bagi si ‘belum baca buku’ dengan si ‘yang telah membaca buku’. Karena itu gw juga akan menilai dan menempatkan gw sebagai dua pihak tersebut.


Rating : 8.5/10 (bagi yang belum baca buku)
Rating : 7/10(bagi yang telah membaca buku)

Jumat, 08 Januari 2010

Perjaka Terakhir



Starring : Aming Sugandhi, Fahrani, Reza Rahadian
Genre : Drama

Sinopsis
Ramya (Aming), cowok gemulai yang berprofesi sebagai instruktur salsa. Hidup Ramya berubah drastic saat bertemu dengan Sigi (Fahrani) cewek tomboy berprofesi sebagai anggota debt collector

Pertemuan Sigi dan Ramya terjadi saat Sigi dikejar anggota geng Piratez yangd ipimpin oleh Gery (Reza Rahadian), yang memang sudah lama geram melihat sepak terjang Sigi yang sering melaporkan kegiatan ilegalnya ke polisi
Saat Sigi terdesak ia ditolong Ramya yang sebenarnya enggak tau apa-apa
Sementara itu karena pusing selalu didesak kawin oleh ibunya, membuat Sigi akhirnya nekad memaksa Ramya menikah dengannya. Setelah menikah baru Ramya tahu profesi Sigi yang galak enggak pernah berubah

Ramya malah terseret dalam masalah Sigi yang mau dibunuh Torro, pimpinan gengnya. Torro ingin melenyapkan Sigi dengan memanfaatkan Gery. Ramya yang mulai jatuh cinta pada Sigi berusaha menolong Sigi meskipun seringkali kekonyolan Ramya membuat situasi makin kacau…



Review
Menurut gw, film Perjaka Terakhir bukanlah film yang terlalu buruk untuk disaksikan. Bukan berarti gw pribadi bilang bagus sech, hanya saja dari segi ide cerita sangat menarik, yaitu mengangkat tema ‘seorang pria kemayu yang menikah dan terlibat dengan seorang gadis pemimpin sebuah geng mafia.’ Dan pemerannya pun sangat mendukung, yaitu Fahrani sebagai Sigi (doi punya banyak tato di seluruh tubuhnya dan mukanya juga bisa dibilang galak-galak cantik gitu heheheh) dan Aming sebagai Ramya yang kemayu (dan memang sesuai dengan kepribadian Aming sih menurut gw hehehe).

Lalu apakah dengan ide cerita yang menarik dan pemain yang sesuai akan menghasilkan film berkualitas?? Tunggu dulu mari gw membedah isi film ini dengan seksama, oke (^_^)...

Seperti yang gw bahas sebelumnya , ide dan pemilihan pemain sangat cocok dan serasi. Lalu apakah membuahkan film yang bagus (Sori diulang hehehhe)? Ternyata tidak juga, karena ide cerita yang bagus belum tentu dapat dibuat alur cerita yang bagus pula, dan hal ini yang gw lihat di film ‘Perjaka Terakhir’. Mengapa? Selain alur-nya yang sangat cepat, banyak sekali adegan yang sama sekali ga penting menurut gw. Mungkin itu dimaksudkan sebagai hiburan selama jalannya cerita, kalau idenya seperti boleh lah gw terima, tetapi setidaknya jangan sampe maksa lah...

Lalu akting Aming di film tersebut sangat dibuat-buat, jadi seperti melihat dia sedang memainkan lakon di Extravaganza dengan background di luar studio. Apakah itu bagus? Kan seperti yang gw sebutin sebelumnya, terlalu dibuat-buat. Mangkannya gw langsung bosan melihatnya (Sama bosannya ketika melihat acara Extravaganza saat ini yang kualitasnya menurun drastis dari pertama kali mengudara). Gw harap sih nanti kalau Aming memerankan sesuatu lebih serius lagi dan ga dibuat-buat (gw jauh lebih suka aktingnya di film ‘Quickly Express’). Sedangkan Fahrani gw rasa cukuplah sesuai dengan karakter yang harus dimainkannya, meskipun begitu aktingnya harus ternodai oleh jalan cerita yang dibuat-buat (lagi-lagi masalah jalan cerita,,,)

Satu lagi yang membuat film ini membuat gw miris, yaitu posternya mirip dengan film asia. Jadi seperti terlihat ga kreatif gitu, masa poster juga harus copycat film luar.

Secara keseluruhan gw menyatakan film ini layak untuk ditonton bagi siapapun yang berniat menonton tentunya, hanya saja sesuai dengan konsekuensi yang gw sebutin sebelumnya (^_^) jangan sampe kecewa saja. Kecuali anda semua memiliki cita rasa menonton dengan berbagai sudut pandang tentunya. Jadi,,, Selamat Menonton ,,,


Rating : 6/10

Ice Age 3 : Dawn of the Dinosaurs



Cast
• Ray Romano as Manny
• Queen Latifah as Ellie
• Denis Leary as Diego
• John Leguizamo as Sid
• Josh Peck and Seann William Scott as Crash and Eddie
• Simon Pegg as Buck
• Chris Wedge as Scratt
• Karen Disher as Scratte






Sinopsis
Makhluk jaman es dan dinosaurus aslinya terpisah jutaan tahun, tapi di layar lebar, apa yang terpisah selama jutaan tahun bisa disatukan dalam satu frame. Manny (Ray Romano), Sid (John Leguizamo), Diego (Denis Leary), Ellie (Queen Latifah), Eddie (Josh Peck), Crash )seann Williams Scott), dan Scrat kali ini harus 'berkenalan' dengan spesies lain, dinosaurus, reptil dan amfibi. Manny dan Ellie sedang menanti bayi mereka yang akan segera lahir dan masalah muncul ketika Sid yang sok tahu mencuri telur dinosaurus serta tersesat ke dunia dinosaurus. Tentunya kawanan makhluk es ini ramai-ramai mencoba menyelamatkan Sid serta mengalami pertualangan yang lucu dan mendebarkan di dinosaurus yang sangat jauh berbeda dari dunia es yang biasa mereka diami. Salah satu karakter Ice Age yang terkenal, Scrat , di film ini mendapatkan teman wanita, Scratte di mana Scrate mengalami dilema, menggaet Scratte atau walnut yang selalu ia kejar.


Review

Secara keseluruhan film ini sangat bagus menurut gw, baik dari segi alur cerita maupun efek CG yang memukau. Banyak sekali adegan yang sangat menghibur, seperti Sid yang keras kepala dan akhirnya menimbulkan permasalahan ini dimulai. Diego yang membantu persalinan Ellie(jauh dari image Diego di ice age 1). Pasangan Crash dan Eddie yang selalu kompak. Buck yang maniak militer/pertahanan hidup. Dan tentu saja kisah Scratt si tupai yang kini memiliki cerita yang kompleks bagi dirinya, karena di film ini ia bertemu dengan tupai betina yang pada mulanya mereka berdua memperebutkan sebuah kenari dan akhirnya terlibat dalam masalah percintaan.

Intinya film ini sangat wajib ditonton bagi yang suka menonton film ringan, menghibur dan animasi. Karena selain dari sisi menghiburnya, film ini juga sarat akan nilai moral yang terkandung.


Rating : 8/10

Kamis, 07 Januari 2010

Tokyo Dogs
















 Title: 東京DOGS
 Title (romaji): Tokyo DOGS
 Tagline: 最悪で最高のパートナー
 Tagline (romaji): Saiaku de Saiko no Partner
 Tagline (English): The Worst and Best Partners
 Format: Renzoku
 Genre: Police
 Episodes: 10
 Viewership rating: 15.7 (Kanto)
 Broadcast network: Fuji TV
 Broadcast period: 2009-Oct-19 to 2009-Dec-21
 Air time: Monday 21:00
 Theme song: Futatsu no Kuchibiru by EXILE

Cast
 Oguri Shun as Takakura So
 Shibuya Takeru as young So
 Mizushima Hiro as Kudo Maruo
 Yoshitaka Yuriko as Matsunaga Yuki
 Bunya Manami (文屋愛海) as young Yuki
 Katsuji Ryo as Horikawa Keiichi
 Azuma Mikihisa as Mashiko Reiji
 Shiga Kotaro as Suzuki Mitsuo
 Usuda Asami as Tanaka Maki
 Tomosaka Rie as Nishioka Yuri
 Mikami Kensei as Kaizaki Hiroto
 Yazaki Hiroshi as Kamata Shigeo
 Kawaguchi Haruna as Takakura Karin
 Yoshimura Takuya as Nakatani Shota
 Tanaka Yoshiko as Takakura Kyoko
 Otsuka Nene as Maijima Misa
 Miura Tomokazu as Otomo Kozo

Sinopsis

So Takakura menyaksikan pembunuhan ayahnya pada usia muda. Ia berjanji untuk menangkap si pembunuh, ia tumbuh menjadi seorang polisi elit di New York City, di mana kehidupan criminal merajalela. Karakternya adalah berkepala dingin dan disiplin, namun beradaptasi dengan baik. Karena transaksi besar obat-obatan terlarang, ia akan dikirim ke Tokyo untuk melakukan investigasi bersama dengan polisi Jepang. Di sana, ia bekerja sama dengan, Maruo Kudo, seorang detektif dari divisi investigasi khusus. Kudo merupakan detektif berdarah panas karena dia pada sebelumnya merupakan pemimpin gang sepeda motor, tetapi ia memiliki kesan yang kuat dengan penampilan bergaya dan selalu tertarik pada kencan grup. Kepribadian dan metode investigasi Kudo benar-benar tidak serasi dengan Takakura's, tetapi kedua entah bagaimana bekerja sama untuk memecahkan kasus mereka telah diberikan.


Review

Serial ini menurut gw sangat keren, selain alur ceritanya yang mantap ditambah dengan pemain yang sangat cocok untuk membawakan perannya masing-masing. Apalagi gw seneng banget melihat akting Hiro kembali, sayangnya di sini Hiro memerankan polisi slengean yang menurut gw sangat bertolak belakang dengan image dia selama ini(apalagi dengan perannya sebagai Tendo Souji dalam Kamen Rider Kabuto) tapi gw akui aktingnya sangat memukau.
Selain itu ada Shun Oguri si Shinichi Kudo dalam Movie Detective Conan, di serial ini dia menjadi seorang polisi elit Amerika yang bernama So Takakura. Sifatnya sangat kaku dan disiplin, bahkan dia sangat polos dan bicara apa adanya(sayangnya dia selalu berkata yang salah pada situasi yang tak tepat pula). Impian utamanya adalah menangkap Jinno sang pembunuh ayahnya saat ia masih kecil.
Tak ketinggalan yang membuat serial ini makin adem adalah dengan adanya Yoshitaka Yuriko sebagai Yuki Matsunaga yang perannya sangat penting dalam serial ini. Setiap episode memandang wajah si cewek satu ini membuat gw semakin deg-deg’an dan dalam hati selalu berkata “ KAWAIIIIII!”.
Banyak adegan menarik di sini, terutama perseteruan So dengan Maruo yang tak pernah akur, mereka berdua sering sekali mempeributkan masalah sepele. Bahkan ada adegan dimana si Maruo malah makan-makanan yang berat saat bertugas dan tentu saja dimarahi oleh So, dan pada akhirnya si So jadi kepengen makan juga dan berbicara dengan kerennya pada Maruo “ Sisakan untukku juga” kocak dah...
Secara keseluruhan serial ini sangat bagus dan salah satu referensi yang wajib ditonton. Gw sampe berpikir kapan ya Sinetron Indonesia bisa membuat cerita semacam ini. Sad... sad...


Rating : 8.5/10

Selasa, 05 Januari 2010

Identitas



Judul : Identitas
Sutradara/Skenario : Aria Kusumadewa
Pemain : Tio Pakusadewo, Leony VH, Ray Sahetapy, Otig Pakis, Ria Probo, Teguh Esa, Titi Sjuman
Produksi : Demi Gisela Citra Sinema dan Esa Films

Adam (Tio Pakusadewo), petugas pemandi jenazah di sebuah rumah sakit, adalah pribadi yang tertutup. Temannya paling-paling televisi karena ia tidak akrab dengan para tetangga. Teman lainnya adalah vespa butut, kendaraan yang mengantarnya ke tempat kerja setiap hari.

Suatu hari Adam melihat seorang perempuan (Leony) yang melintas di depannya setiap kali singgah di warung kopi. Ia juga melihatnya tertidur di kursi di sebelah ruang jenazah. Momen itu kemudian mendekatkan mereka.

Perempuan misterius itu rupanya terpaksa melacur lantaran membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ayahnya. Rumahnya terancam digusur pula. Adam berusaha menyelamatkan perempuan itu dari dunia pelacuran dengan cara mendapatkan asuransi kesehatan warga miskin. Namun identitas perempuan itu mengganjalnya.

Aria Kusumadewa, sutradara yang selama ini melanglang di jagat indie serta memutar film di festival dan kampus-kampus, kali ini masuk ke arus utama. Ia menggandeng produser eksekutif Deddy Mizwar. Aria memotret kenyataan di masyarakat, betapa identitas menjadi sesuatu yang penting untuk dikulik dan dipertanyakan. Film ini diputar di bioskop mulai 6 Agustus 2009.

Review

Jujur pertama kali gw nonton ini, gw antusias untuk menontonnya karena dilihat dari segi poster dan pemain serta orang yang dibelakang layarnya menjanjikan. Tapi apa daya, antusiasme gw langsung hancur sewaktu mulai menonton adegan demi adegan film ini. Gw sempet bingung film apakah ini???? Koq ga jelas banget ya????

Semula gw masih sabar, karena gw pikir " hem,,, mungkin baru awal nih...", tapi pemikiran gw kali ini pun dikhianati sang film. Entah mengapa gw sampe tercengang dengan isi film ini. Bahkan gw sampe tak bisa berkata-kata saat menonton film ini sambil mengkerutkan alis.

Dari tadi gw cuma membahas efek yang ditimbulkan film itu ke gw, nah sekarang akan gw kasih penjelasan kenapa tuh film bisa membuat sampai seperti itu ke gw :

1. Banyak sekali adegan guyonan yang dimasukin ke dalam film ini. Salah satunya adalah saat ada seorang ibu yang memprotes kepihak rumah sakit.
" Sus koq seperti ini? Anak saya kan kena usus buntu, kenapa kakinya malah diamputasi?"
" Mana saya tau!" ucap si suster dengan sinis.

lalu ada lagi
" Sus, sebenarnya ayah saya sakit apa? Koq ga sembuh-sembuh?" tanya Leoni
" Mana saya tau! Tanya ajah ke dokternya!" ucap si suster sinis dan langsung pergi.

sungguh ironi kan?? kalau adegan seperti itu di dunia nyata sih bisa-bisa pihak rumah sakit dilaporkan tuh, baik dari segi pelayanan yang buruk dan terjadinya malpraktek. Bahkan kalau dilihat dari segi intelegen si tokoh yang diperankan Leoni, ia tak terlihat bodoh tapi kenapa dia ga melaporkan hal itu ya??? entahlah gw juga bingung.

2. Adegan super Jayus dan Kering
Ada adegan saat pertama kali si tokoh yang bernama Adam yang pertama kali bertemu dengan Leoni
" Saya Adam, nama kamu siapa?" tanya Adam.
" Memangnya penting ya seperti ini?" Tanya Leoni
" Masa nanti saya harus panggi kamu eros?"
benar-benar lucu kan dialognya??? :D

3. Banyak sekali pemain di film ini yang sangat kaku dan tak berekspresi. Bahkan gw sampe bingung ini tuh film apa sitkom apa ludruk yang pemainnya asal comot sih????

Akhirnya, apakah tau sampe berapa lama gw bertahan dari serangan film ini? Sayangnya gw cuma bertahan sampe setengah film dan akhirnya tertidur dalam kedamaian. How Nice,,,


Rating : 3/10

 

Featured